Postingan
Diversifikasi Pilus Rumput Laut
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Diversifikasi Pilus Rumput Laut Rumput laut merupakan tumbuhan tingkat rendah berupa batang yang bercabang-cabang, dan hidup di laut dan tambak dengan kedalaman yang masih dapat dicapai oleh cahaya matahari. Potensi rumput laut di Indonesia mempunyai prospek yang cukup cerah, karena diperkirakan terdapat 555 spesies rumput laut yang tersebar di perairan Indonesia dengan total luas lahan perairan yang dapat dimanfaatkan sebesar 1,2 juta hektar, sehingga Indonesia berpotensi besar untuk menimba untung dari bisnis ini. Tetapi pada saat ini pemanfaatan rumput laut sangat terbatas hanya pada jenis-jenis yang telah umum dikenal saja yaitu jenis rumput laut Carrageenophytes, yaitu jenis rumput laut seperti Euchema cottoni atau Kappaphycus alvarezii dan Euchema spinosum serta Gracilaria sp. Sebagian besar rumput laut Indonesia masih diekspor dalam bentuk rumput laut kering. Rumput laut akan bernilai ekonomis setelah mendapat penanganan lebih lanjut. Pada umumnya penanganan pascapanen rump...
Diversifikasi Pemanfaatan Limbah Hasil Perikanan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Diversifikasi Pemanfaatan Limbah Hasil Perikanan Usaha perikanan selain menghasilkan nilai ekonomis yang tinggi, tetapi juga ikut berperan dalam menghasilkan limbah. Limbah yang dominan dari usaha perikanan adalah limbah dan cemaran yang berupa limbah cair yang membusuk sehingga menghasilkan bau amis/busuk yang sangat menganggu estetika lingkungan (Ditjen Perikanan, 2007), sedangkan menurut Dewantoro (2003) limbah yang dihasilkan dari industri pengolahan hasil perikanan umumnya dapat di golongkan menjadi 3 kelompok yaitu: a) Limbah padat bersifat basah dan dihasilkan oleh usaha perikanan berupa potongan-potongan ikan yang tidak dimanfaatkan. Limbah ini berasal dari proses pembersihan ikan sekaligus mengeluarkan isi perutnya yang berupa jerohan dan gumpalan-gumpalan darah. Selain itu, limbah ini juga berasal dari proses cleaning, yaitu membuang kepala, ekor, kulit, dan bagian tubuh ikan yang lain, seperti sisik dan insang. b) Limbah cair dari hasil perikana...
Edukasi Mutu Seri VII: Keracunan Pangan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Keracunan Pangan Keracunan ikan histaminik terjadi akibat konsumsi ikan yang tidak diawetkan dengan baik atau didinginkan dengan benar. Keracunan ini banyak ditemukan setelah mengkonsumsi ikan makarel, tuna, marlin, dan tongkol, cakalang awetan atau yang dimakan mentah. Gejala keracunan biasanya muncul 10-60 menit setelah makan ikan yang terkontaminasi. Pada pasien timbul kemerahan pada kulit di bagian atas tubuh, ruam, keluhan perut, dan nyeri kepala berdenyut. Tanpa pengobatan, keracunan ikan histamin dapat sembuh dalam 12-48 jam. Keracunan yang sering terjadi pada ikan tongkol yaitu keracunan histamin (scombroid fish poisoning). Ikan jenis ini mengandung asam amino histidin yang dikontaminasi oleh bakteri dengan mengeluarkan enzim histidin dekarboksilase sehingga menghasilkan histamin (Meryandini. 2000, dalam Suriawiria, 2005, dalam Kurniawan, Yoswaty dan Nedi. 2012). Menurut Madigan dan Martiko (2003), histamin merupakan modifikasi dari asam amino yang mengakibatkan alergi de...
Edukasi Mutu Seri VI: Penggunaan Es dan Ikan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Penggunaan Es dan Ikan Suhu rendah sangat efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri “psychrophilic” (bakteri yang senang pada suhu rendah dan hidup pada suhu 0°C-30°C, 8 dengan suhu optimum 15°C). Jenis bakteri inilah yang bertanggung jawab terhadap pembusukan ikan berlemak sedikit (lean fish). Sebagai contoh, self life ikan-ikan dasar jenis tertentu (cod and haddock) meningkat dua kali lebih lama bila setiap kali diturunkan 10°F pada batas-batas suhu 70°F-30°F (21,1°C-1,1°C). Cara penanganan pendinginan ikan dengan es sangat beragam tergantung pada tempat ikan, jenis ikan, dan tujuan pendinginan. Pada prinsipnya, es harus dicampurkan dengan ikan sedemikian rupa sehingga permukaan ikan bersinggungan dengan es, maka pendinginan ikan akan berlangsung lebih cepat sehingga pembusukan dapat segera dihambat. Faktor yang juga penting dalam proses pendinginan ikan adalah kecepatan. Semua pekerjaan harus dilakukan secara cepat agar suhu ikan cepat turun. Es yang digunakan harus ...